Pulai (Alstonia scholaris)
Gambar Spesimen
Klasifikasi
Kingdom :
Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas :
Asteridae
Ordo : Gentianales
Famil : Apocynaceae
Genus : Alstonia
Spesies : Alstonia
scholaris
Deskripsi Tanaman
Pulai termasuk ke dalam
habitus pohon dengan tinggi 6-10 m dengan diameter batang mencapai 60-100 cm.
Pulai berakar tunggang, dengan adanya lentisel berpori pada bagian permukaan
akarnya. Pulai berakar tunggang, dengan adanya lentisel berpori pada bagian
permukaan akarnya. Kulit batang berwarna coklat terang dan terdapat getah
berwarna putih susu pada bagian dalam kulit kayu. Batang yang sudah tua sangat
rapuh dan mudah terkelupas. Batang lurus dan bulat.
Percabangannya bertingkat, bentuk tajuknya seperti pagoda. Kulit batang pulai
pada bagian luar berwarna abu-abu hingga kehitaman, sedangkan pada bagian
dalamnya berwarna putih atau kuning muda. Kulit batang mengandung getah yang
berwarna putih. Tebal kulit sekitar 8–11 mm dengan tekstur keras. Daun pulai tergolong dalam tipe duduk daun berkarang.
Bentuk daun bulat telur seperti spatula dengan ujung daun meruncing. Urat daun
sangat jelas menonjol di bagian permukaan bawahnya. Tiap buku-buku batang atau
tangkai terdapat 4 – 9 daun. Berbentuk lanset memanjang, panjang daun
sekitar 12– 25 cm dan lebar 3–8 cm. Helai daun pada bagian atas berwarna hijau
mengkilap, sedangkan pada bagian bawahnya hijau muda buram tidak berbulu. Bunga pulai tergolong bunga biseksual. Bunga akan
mengelompok pada pucuk daun. Perhiasan bunga berwarna putih kehijauan dengan
bagian tepi melengkung ke bagian dalam. Buah pulai berbentuk memanjang dan
ramping. Buah terdiri dari 2 folikel dan buah pulai akan pecah saat kering.
Buah berbentuk polong dengan panjang 30–50 cm dan berisi biji dalam jumlah yang
banyak.
Manfaat Tanaman
Sejak ratusan tahun silam, pohon pulai ternyata sudah dimanfaatkan untuk pengobatan Ayurveda, yaitu salah satu metode pengobatan tradisional tertua di dunia yang berasal dari India. Tak hanya itu, berdasarkan penelitian, pohon pule juga mengandung senyawa aktif seperti echitamine, echitamine, dan vitamin yang bisa digunakan sebagai alternatif dari kina. Seperti yang diketahui, kina merupakan tanaman yang berperan sebagai bahan obat malaria. Sementara kandungan senyawa lainnya yang bisa ditemukan dalam pohon pule adalah pikrinin, tetrahidroalstonin, akuammine (rhizine).

Komentar
Posting Komentar