Pulai (Alstonia scholaris)

Gambar Spesimen


Gambar 9. Pulai (Alstonia scholaris)


Klasifikasi

Kingdom              : Plantae

Divisi                   : Tracheophyta

Kelas                    : Magnoliopsida

Subkelas               : Asteridae

Ordo                    : Gentianales

Famil                    : Apocynaceae

Genus                   : Alstonia

Spesies                 Alstonia scholaris

 

Deskripsi Tanaman

Pulai termasuk ke dalam habitus pohon dengan tinggi 6-10 m dengan diameter batang mencapai 60-100 cm. Pulai berakar tunggang, dengan adanya lentisel berpori pada bagian permukaan akarnya. Pulai berakar tunggang, dengan adanya lentisel berpori pada bagian permukaan akarnya. Kulit batang berwarna coklat terang dan terdapat getah berwarna putih susu pada bagian dalam kulit kayu. Batang yang sudah tua sangat rapuh dan mudah terkelupas. Batang lurus dan bulat. Percabangannya bertingkat, bentuk tajuknya seperti pagoda. Kulit batang pulai pada bagian luar berwarna abu-abu hingga kehitaman, sedangkan pada bagian dalamnya berwarna putih atau kuning muda. Kulit batang mengandung getah yang berwarna putih. Tebal kulit sekitar 8–11 mm dengan tekstur keras. Daun pulai tergolong dalam tipe duduk daun berkarang. Bentuk daun bulat telur seperti spatula dengan ujung daun meruncing. Urat daun sangat jelas menonjol di bagian permukaan bawahnya. Tiap buku-buku batang atau tangkai terdapat 4 – 9 daun. Berbentuk lanset memanjang, panjang daun sekitar 12– 25 cm dan lebar 3–8 cm. Helai daun pada bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan pada bagian bawahnya hijau muda buram tidak berbulu. Bunga pulai tergolong bunga biseksual. Bunga akan mengelompok pada pucuk daun. Perhiasan bunga berwarna putih kehijauan dengan bagian tepi melengkung ke bagian dalam. Buah pulai berbentuk memanjang dan ramping. Buah terdiri dari 2 folikel dan buah pulai akan pecah saat kering. Buah berbentuk polong dengan panjang 30–50 cm dan berisi biji dalam jumlah yang banyak.

Manfaat Tanaman

Sejak ratusan tahun silam, pohon pulai ternyata sudah dimanfaatkan untuk pengobatan Ayurveda, yaitu salah satu metode pengobatan tradisional tertua di dunia yang berasal dari India. Tak hanya itu, berdasarkan penelitian, pohon pule juga mengandung senyawa aktif seperti echitamine, echitamine, dan vitamin yang bisa digunakan sebagai alternatif dari kina. Seperti yang diketahui, kina merupakan tanaman yang berperan sebagai bahan obat malaria. Sementara kandungan senyawa lainnya yang bisa ditemukan dalam pohon pule adalah pikrinin, tetrahidroalstonin, akuammine (rhizine).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelapa sawit (Elaeis guineensis)

Sukun (Artocarpus camansi)

Pisang (Musa paradisiaca)