Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia)

Gambar Spesimen


Gambar 15. Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia)

Klasifikasi

Kingdom              : Plantae

Divisi                   : Spermatophyta

Kelas                    : Magnoliopsida

Sub Kelas             : Magnoliidae

Ordo                      : Magnoliales

Famili                   : Annonaceae

Genus                   : Polyalthia

Spesies                 : Poliyaltha longifolia

 

        Deskripsi Tanaman

Akar dari tanaman glodokan ini berukuran besar dan menembus ke tanah, meskipun tidak dangkal, akar dari glodokan ini tidak menjalar secara ekstensif. Tanaman glodokan memiliki batang yang kuat dan kokoh. Selain itu, ketinggian dari tanaman ini mencapai 5 hingga 8 meter. Tanaman yang berbentuk seperti piramida ini tumbuh mengerucut ke atas. Memiliki daun berbentuk lanset dan memanjang, pada bagian pinggir daun bergelombang, pertulangan daun menyirip serta berwarna hijau. Tanaman glodokan mempunyai bunga yang kecil dan berwarna kuning kehijauan. Jumlah kelopak bunga 5 helai dan berbentuk menyerupai bintang lima. Bentuk bunganya seperti payung serta pangkal dan mahkotanya berdekatan sehingga membentuk corong dan berwarna putih. Putik dari tanaman glodokan ini  berwarna dan kepala sari berwarna jingga.Tanaman glodokan juga memiliki buah yang berjenis buah buni, yang berbentuk lonjong atau bulat memanjang dengan warna buahnya coklat, juga memiliki biji yang berbentuk pipih hingga bulat yang berwarna kecoklatan hingga kehitaman. 
        Manfaat Tanaman
Mampu menyerap racun (polutan) dan CO2 di udara serta menghasilkan oksigen sehingga udara menjadi lebih segar. Selain sebagai tanaman pelindung, Polyalthia memiliki potensi sebagai obat herbal. Pada sistem pengobatan tradisional, tanaman ini memiliki khasiat sebagai antipiretik. Hasil penelitian Katkar et al. (2010), menemukan bahwa kulit batang dan daun Polyalthia memiliki aktivitas antimikroba, aktivitas antiulcer, fungsi cytotoxic dan efek hypotensive.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelapa sawit (Elaeis guineensis)

Sukun (Artocarpus camansi)

Pisang (Musa paradisiaca)